MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • TRAVEL/
  • Mengintip Saparan, Tradisi Warga Lereng Gunung Merbabu di Boyolali
Gunung Merbabu

Mengintip Saparan, Tradisi Warga Lereng Gunung Merbabu di Boyolali

Senin, 11 September 2023 – 17:07 WIB

BOYOLALI – Ratusan warga yang berada di lereng gunung Merbabu atau di Dukuh Gunung Wijil, Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengikuti kenduri di pemakaman umum desa setempat.

Baca Juga :

Unggah Pose Keluarga, Jeje Govinda Doakan Rumah Tangganya Bahagia Selamanya

Ritual tersebut merupakan agenda rutin turun temurun yang dilakukan warga lereng Gunung Merbabu setiap bulan Sapar dalam penanggalan Jawa. Tradisi itu dikenal dengan sebutan Saparan. Yuk, scroll untuk info selengkapnya.

Pantuan di lokasi, tradisi Saparan diawali dengan menyiapkan uborampe yang berisi berbagai jenis makanan hasil bumi dan jajanan pasar. Sesaji itu kemudian dibawa warga dengan berjalan kaki menuju pemakaman umum yang berjarak sekitar 1 kilometer.

Baca Juga :

Anggota Polisi di Boyolali Jualan Buku untuk Anak-anak, Paling Murah Rp2.000

Setelah sampai di lokasi pemakaman, warga kemudian menggelar tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Warga kemudian menyantap makanan yang dibawanya tersebut secara bersama-sama.

Baca Juga :

Merasa Kecewa karena Doa Tak Dikabulkan Allah, Begini Pesan Buya Yahya

Tokoh masyarakat setempat, Joko Sarjono menjelaskan tradisi Saparan bertujuan untuk mengirim doa para leluhur yang telah meninggal dunia. Dari ritual itu warga berharap dimudahkan dalam mencari rezeki serta diberikan kesehatan. 

“Tadi menggelar tahlil dan doa bersama. Tradisi turun-temurun ini digelar setiap bulan Sapar. Ini adalah untuk mengirim doa kepada nenek moyang kita yang telah meninggal di sini,” ujarnya.

Warga lainnya, Putut Tetuko, mengatakan setelah ritual di makam selesai, warga kemudian pulang dan dilanjutkan bersilaturahmi ke tetangga. Tradisi Saparan akan terus dilakukan sebagai bentuk nguri-nguri budaya Jawa.

Laporan: Agus S

Halaman Selanjutnya

Warga lainnya, Putut Tetuko, mengatakan setelah ritual di makam selesai, warga kemudian pulang dan dilanjutkan bersilaturahmi ke tetangga. Tradisi Saparan akan terus dilakukan sebagai bentuk nguri-nguri budaya Jawa.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21